Robinson mengenai Perencanaan dan Eksekusi Supply chain Management

Postingan ke tiga mengenai Supply Chain, semoga dengan postingan Perencanaan dan Eksekusi Supply chain Management ini anda lebih memahami apa yang dimaksud dengan Supply Chain tersebut. Ok kita memulai pemahasan ini



Kalakota dan Robinson (2001, p283) menyebutkan, SCM merupakan suatu kerangka jaringan bisnis yang terdiri dari aplikasi ganda yang dapat dibagi menjadi dua grup aplikasi, yaitu:



1 Aplikasi Supply chain Planning (SCP) yang mengintegrasikan fungsi perencanaan, seperti: peramalan permintaan; simulasi inventori; perencanaan dan penjadwalan distribusi, transportasi, dan proses manufaktur. Software perencanaan kualitas dapat meningkatkan akurasi peramalan, mengoptimalkan penjadwalan produksi, mengurangi biaya penyimpanan dan transportasi, mengurangi waktu siklus order, dan meningkatkan pelayanan pelanggan  
Robinson mengenai Perencanaan dan Eksekusi Supply chain Management
 
Supply chain Planning memiliki modul-modul sebagai berikut:

- Order Commitment memperbolehkan vendor/penjual untuk menghasilkan tanggal pengiriman ke pelanggan dengan menyediakan tampilan yang real time pada keseluruhan siklus pemenuhan daru ketersediaan bahan baku dan inventory ke status produksi dan aturan- aturan prioritasasi



- Advanced scheduling and manufacturing planning module yang menyediakan koordinasi detil atas semua usaha manufaktur dan pen- supply-an berdasarkan pesanan individual dari customer. Penjadwalan didasari analisis real-time dari perubahan yang terjadi selama proses dan menangani proses manufaktur dan logistik supplier



- Demand-planning module menghasilkan dan mengkonsolidasikan permintaan dari seluruh unit bisnis dalam perusahaan besar. Modul ini mendukung pemakaian peralatan statistik dan teknik peramalan bisnis



- Distribution-planning functions membuat perencanaan operasi untuk manajer logistik perusahaan. Perencanaan distribusi terintegrasi dengan permintaan dan modul manufacturing-planning untuk menghasilkan model lengkap supply chain dan perencanaan operasi untuk order fulfillment. Modul ini juga dapat menyesuaikan dengan permintaan khusus customer



- Transportation planning bergerak dalam alokasi sumber daya dan pelaksanaan untuk memastikan bahwa material dan barang jadi dikirimkan tepat waktu, kepada tujuan yang benar, dengan biaya minimal. Modul ini menganalisa variabel-variabel seperti ketersediaan trailer, konsolidasi load, loading dock space, dan mencari solusi terbaik dari kombinasi sarana dan prasarana transportasi



Aplikasi SCP yang fleksibel harus dapat mengevaluasi beberapa strategi, seperti:

- Profitable to promise: Haruskah pesanan ini diambil?

- Available to promise: Apakah inventoris yang diperlukan tersedia untuk memenuhi order 
- Capable to promise: Apakah kapasitas manufaktur memungkinkan pemenuhan komitmen produksi



2 Aplikasi Supply chain Execution (SCE) yang mengintegrasikan fungsi eksekusi, seperti: procurement, manufaktur, dan distribusi produk diseluruh rantai nilai. Aplikasi Supply chain Execution mengatur aliran produk pada pusat distribusi dan gudang dan membantu untuk memastikan bahwa produk terkirim ke lokasi yang benar, menggunakan transportasi alternatif yang tersedia. Aplikasi SCE berfokus kepada manajemen yang efektif atas warehouse dan operasi dari transportasi serta integrasi antara sistem perencanaan dengan aplikasi perusahaan lainnya. Aplikasi SCE mengautomasikan order planning, produksi, replenishment, dan fungsi distribusi dengan. Modul-modul Supply chain Execution adalah sebagai berikut:



- Order planning bertujuan untuk memilih rencana yang paling memenuhi keinginan customer dengan mempertimbangkan aspek transportasi dan manufaktur



- Modul Produksi merencanakan kapan, dimana, dan berapa banyak kebutuhan yang diperlukan untuk membuat tiap produk



- Replenishment merupakan bagian dari produksi yang bertujuan untuk meminimalisasikan jumlah inventoris yamg digunakan saat beroperasi. Pemenuhan yang tepat waktu penting karena customer tidak mentolerir keadaan kita yang kehabisan stok



- Manajemen distribusi mencakup keseluruhan proses dari kegiatan mentransportasikan barang dari pemanufaktur ke pusat distribusi hingga ke end customer. Kegiatan manajemen distribusi menghasilkan integrasi perencanaan transportasi dan penjadwalan. Perencanaan transportasi



mengkoordinasikan pergerakan produk selama proses transportasi dan memberikan customer kemampuan untuk mendeteksi barang mereka melalui jaringan transportasi multimodal. Aplikasi distribusi memberikan user akses yang mudah kepada shipping, tracking, dan data pengiriman yang juga mendukung kebutuhan perdagangan internasional yang selalu berubah, dengan penghasilan dokumen dan fitur regulasi



- Reverse distribution / Reverse Logistics adalah aliran distribusi yang berasal dari custumer kepada pemanufaktur yang mencakup pengembalian atas produk yang rusak atau karena hal hal lainnya (seperti adanya bahan berbahaya dalam produk, produk yang dirancang ulang, atau kemasan yang dapat digunakan kembali.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Robinson mengenai Perencanaan dan Eksekusi Supply chain Management"

Post a Comment